Allah berfirman :
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (Q.S [41] : 53)
Surat ini tergolong sangat singkat karena hanya terdiri atas tiga ayat pendek. Pada masa kecil, ketika belajar mengaji di madrasah, sering kali kita membacanya terburu-buru karena ingin segera mendengar cerita nabi dan yang pasti ingin segera cepat pulang. Saat itu kita tidak begitu memahami arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Setelah dewasa dan semakin berumur, lalu kita mencoba memahami kata-kata di dalam surah tersebut, barulah kita menyadari kedalaman makna surat Al-ashr. Hati kita mungkin sangat cemas, bahkan takut mendapati kenyataan bahwa manusia memang selalu dalam kerugian jika tidak melakukan yang diperintahkan dan menjauhi larangan oleh-NYA. Bukankah kita tak pernah mampu mengetahui apa yang akan terjadi? Bisa jadi kita akan mati hari ini atau besok.
Timbullah pertanyaan dalam hati : "Sudahkah kita mempunyai 'tiket baru' untuk menempuh perjalanan kehidupan yang selanjutnya?" Jangan-jangan tiket kita telah kadaluwarsa, atau bahkan tidak memiliki tiket sama sekali.
Allah Swt. telah berulang kali memperingatkan kita melalui ayat-ayat Al-qur'an, seperti :
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (Q.S [41] : 53)
Ayat tersebut dapat kita pahami bahwa sesungguhnya tanda kekuasaan Allah terhampar di seluruh bumi. Bila kita menyadarinya, tanda kekuasaan itu pun ada dalam diri kita. Allah Swt. dengan tegas mengatakan kepada orang-orang yang diberi ilmu bahwa jika mereka bersedia menghubungkannya ilmu-ilmu yang dipelajarinya dengan Al-qur'an, mereka akan semakin memahami kebenaran kitab suci-NYA.
Dengan demikian, kita sebagai hambanya patut bersyukur serta mematuhi perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Kita harus senantiasa berdzikir, berfikir dan amal shaleh agar menjadi hamba yang bahagia dunia dan akhirat. Insya Allah..! (Sudarmojo Agus H. 2008. Menyibak Rahasia Sains Bumi dalam Al-Qur'an. Bandung: Mizan Media Utama)
Semoga bermanfaat, khususnya diri pribadi dan umumnya untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar